Langsung ke konten
Nasional

Indeks SPBE Kubu Raya Tak Bergerak, Keamanan Data Pemerintah Jadi Perhatian

Akademis dari Manajemen Informatika dan Komputer (MIKOM) Pontianak mengenal lebih jauh ekosistem e-government Pemda Kubu Raya, Rabu (14/10/2026). (Foto:DiskominfoKKR)
Akademis dari Manajemen Informatika dan Komputer (MIKOM) Pontianak mengenal lebih jauh ekosistem e-government Pemda Kubu Raya, Rabu (14/10/2026). (Foto:DiskominfoKKR)

KUBU RAYA, INFONUSANTARA.ID – Transformasi digital Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menghadapi tantangan peningkatan kualitas layanan dan keamanan informasi.

Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) daerah tersebut tercatat sebesar 3,38 pada 2025, sama dengan capaian tahun sebelumnya.

Meski masih berada dalam kategori baik, capaian tersebut menunjukkan perlunya penguatan tata kelola digital agar pelayanan publik semakin efektif, terintegrasi, dan aman dari ancaman penyalahgunaan data.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kubu Raya, Hefmi Rizal, mengungkapkan capaian tersebut saat menerima kunjungan dosen dan mahasiswa Manajemen Informatika dan Komputer (MIKOM) Pontianak, Rabu (14/10/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Kubu Raya itu membahas penerapan pemerintahan digital, pengelolaan jaringan internet, persandian, serta perlindungan informasi pemerintah daerah.

Hefmi menegaskan bahwa pengamanan data menjadi perhatian penting seiring meningkatnya penggunaan teknologi dalam pelayanan pemerintahan.

“Untuk pengamanan data, saat ini sudah kita optimalkan, terutama data-data yang sangat krusial. Ke depan, pengamanan tersebut akan terus kita tingkatkan,” ujar Hefmi.

Berdasarkan publikasi Diskominfo Kubu Raya, indeks SPBE sebelumnya meningkat dari 3,07 pada 2023 menjadi 3,38 pada 2024. Namun, angka yang disampaikan untuk 2025 masih berada pada level 3,38.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pengembangan pemerintahan digital tidak cukup hanya mengandalkan aplikasi dan infrastruktur internet.

Keamanan siber, integrasi sistem, perlindungan data pribadi, dan kualitas pelayanan masyarakat juga membutuhkan evaluasi berkelanjutan.

Sementara itu, dosen MIKOM Pontianak, Edisius Lancani, menilai kunjungan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk memahami penerapan teknologi informasi di lingkungan pemerintahan.

Mahasiswa memperoleh wawasan mengenai pemrograman, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), persandian, desain grafis, serta keamanan informasi.

Menurut Edisius, penguasaan teknologi harus disertai pemahaman tentang tanggung jawab dalam mengelola informasi dan melindungi data pribadi.

Melalui kegiatan tersebut, Diskominfo Kubu Raya diharapkan semakin memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam mengembangkan sumber daya manusia digital.

Ke depan, keberhasilan transformasi digital Kubu Raya tidak hanya ditentukan oleh nilai indeks SPBE, tetapi juga kemampuan pemerintah menghadirkan layanan publik yang cepat, transparan, aman, dan mudah diakses masyarakat.