Langsung ke konten
Politik

Pemimpin Oposisi Israel: Membunuh Ali Khamenei adalah Sebuah Kesalahan

Arak-arakan peti jenazah Ayatollah Ali Khamenei di Kota Qom, Iran seusai dishalatkan di Masjid Jamkaran, pada Selasa (7/7/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV — Pemimpin oposisi Israel dari Partai Demokrat, Yair Golan menilai bahwa pembunuhan terhadap mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei saat awal perang AS-Israel terhadap Iran adalah sebuah “kesalahan”. Hal itu diutarakan Golan dalam wawancara sebuah acara di kota Rishon LeZion selatan Tel Aviv, seperti dilaporkan Times of Israel, Jumat (9/10/2026).

“Saya pikir, dengan tegas, pembunuhan Khamenei sang ayah adalah sebuah kesalahan,” kata Golan.

Golan juga mengkritisi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mengejar “tujuan tak realistis” menggulingkan pemerintahan Iran, sambil menyebut tujuan itu tidak tercapai.

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, pernah mengatakan, bahwa membalas kematian ayah sekaligus pendahulunya, Ali Khamenei, merupakan tuntutan bangsa dan pasti harus dilakukan. Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah pesan yang dibacakan pada upacara pemakaman mendiang pemimpin tertinggi tersebut pada Juli, menurut laporan penyiaran pemerintah Iran, IRIB.

“Kami berjanji untuk membalas darah Anda yang tak berdosa serta seluruh para syuhada dalam dua perang ini dari para pembunuh yang kriminal dan tidak terhormat,” kata Mojtaba Khamenei dalam pesannya.

Ali Khamenei dimakamkan di Makam Imam Reza di Kota Mashhad, Iran timur laut. Ia tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari, yang kemudian dibalas Iran melalui serangan balasan.

Adapun pada Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri perang yang dimulai pada akhir Februari serta membuka jalan menuju perjanjian damai yang lebih permanen. Meski ada kesepahaman, kedua pihak kembali saling melancarkan serangan terkait lalu lintas pelayaran komersial di Selat Hormuz.