JAKARTA, INFONUSANTARA.ID – Kesempatan mendaftar Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 6 Tahun 2026 resmi berakhir.
Kini, perhatian ribuan calon tenaga kerja yang ingin meningkatkan keterampilannya beralih pada tahapan seleksi yang mulai berlangsung Kamis (15/10/2026).
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menetapkan proses wawancara calon peserta berlangsung selama tujuh hari, yakni 15 hingga 21 Oktober 2026. Peserta yang telah mendaftarkan diri diminta tidak mengabaikan informasi terbaru karena hasil seleksi akan diumumkan pada 22 Oktober mendatang.
Seluruh informasi terkait tahapan tersebut dapat dipantau melalui layanan digital SkillHub milik Kemnaker.
Penutupan pendaftaran pada Rabu (14/10/2026) pukul 23.59 WIB sekaligus menandai berakhirnya tahapan awal program peningkatan kompetensi tenaga kerja yang diselenggarakan pemerintah.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, menekankan pentingnya kesiapan peserta dalam menghadapi proses seleksi.
Salah satu persyaratan yang perlu diperhatikan adalah penyelesaian Asesmen Siap Latih, yaitu tahapan yang digunakan untuk menilai kesiapan calon peserta sebelum mengikuti pelatihan.
Melalui keterangan tertulis Biro Humas Kemnaker yang disampaikan pada Rabu (14/10/2026), Darmawansyah meminta seluruh pendaftar mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dan memastikan tidak melewatkan informasi resmi.
“Seluruh calon peserta diimbau untuk mengikuti rangkaian tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh dan memantau perkembangan informasi secara berkala melalui platform SkillHub,” kata Darmawansyah.
Pelaksanaan seleksi menjadi tahapan penting karena tidak seluruh pendaftar secara otomatis memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan.
Calon peserta harus mengikuti mekanisme penilaian sesuai ketentuan program sebelum dinyatakan memenuhi persyaratan.
Berdasarkan jadwal Kemnaker, hasil seleksi akan disampaikan pada Kamis, 22 Oktober 2026. Sementara itu, kegiatan pelatihan bagi peserta yang dinyatakan lolos dijadwalkan dimulai pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan keterampilan masyarakat agar lebih sesuai dengan perubahan kebutuhan dunia kerja.
Penguatan pelatihan vokasi diarahkan untuk memperluas kesempatan memperoleh kompetensi praktis, termasuk bagi masyarakat yang membutuhkan keterampilan tambahan sebagai bekal memasuki pasar tenaga kerja.
Dalam agenda pengembangan vokasi nasional, pemerintah juga mendorong peningkatan kapasitas lembaga pelatihan, perluasan akses masyarakat, serta penguatan kerja sama antara lembaga pendidikan dan dunia industri.
Langkah tersebut dinilai penting karena kebutuhan tenaga kerja terus berubah seiring perkembangan teknologi, digitalisasi kegiatan usaha, dan tuntutan peningkatan produktivitas.
Keterampilan yang diperoleh melalui pendidikan formal tidak selalu dapat memenuhi seluruh kebutuhan teknis perusahaan. Karena itu, pelatihan berbasis kompetensi menjadi salah satu pendekatan untuk memperkecil kesenjangan antara kemampuan pencari kerja dan kebutuhan industri.
Kemnaker juga mengembangkan pemanfaatan informasi pasar kerja agar penyelenggaraan pelatihan dapat disesuaikan dengan bidang keahlian yang dibutuhkan dunia usaha.
Melalui pendekatan tersebut, pelatihan diharapkan tidak hanya menghasilkan peserta yang memiliki sertifikat kompetensi, tetapi juga keterampilan yang dapat dimanfaatkan dalam pekerjaan.
Meski demikian, keberhasilan program pelatihan perlu dilihat dari berbagai aspek, termasuk kualitas pembelajaran, kesesuaian materi dengan kebutuhan industri, dan peluang peserta dalam memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan pelatihan.
Bagi calon peserta PVN Batch 6, perhatian utama saat ini adalah memastikan seluruh tahapan administrasi dan seleksi telah dipenuhi.
Peserta juga disarankan memeriksa akun pendaftaran secara berkala serta mengikuti petunjuk yang disampaikan penyelenggara melalui kanal resmi.
Kemnaker mengarahkan masyarakat untuk mengakses informasi program melalui laman https://skillhub.kemnaker.go.id.
Calon peserta diminta berhati-hati terhadap informasi seleksi yang beredar di luar kanal resmi, terutama apabila terdapat pihak yang meminta pembayaran atau menjanjikan kelulusan tanpa mengikuti prosedur.
Dengan dimulainya proses seleksi pada 15 Oktober 2026, para pendaftar kini memasuki tahapan penentuan sebelum pelaksanaan pelatihan nasional yang dijadwalkan berlangsung pada akhir bulan ini.





