DENPASAR, INFONUSANTARA.ID – Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali memaksa PT Pertamina (Persero) mengambil langkah percepatan distribusi.
Sebanyak 52 SPBU dipetakan untuk memberikan pelayanan selama 24 jam guna mengurangi kepadatan dan memulihkan kelancaran pengisian bahan bakar minyak (BBM).
Gangguan distribusi yang terjadi sejak beberapa hari terakhir menjadi perhatian serius karena berdampak pada mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi dan pariwisata Pulau Dewata.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengatakan perusahaan mempercepat pengiriman BBM sekaligus memperpanjang jam operasional SPBU, terutama di Denpasar dan Badung.
Penanganan kemudian diperluas ke wilayah Gianyar dan Tabanan sesuai kebutuhan distribusi di lapangan.
Langkah tersebut diperkuat dengan pengoperasian terminal BBM selama 24 jam, pengerahan tambahan mobil tangki, serta peningkatan jumlah petugas pelayanan.
Pertamina Patra Niaga juga memetakan 52 lokasi SPBU yang dapat beroperasi tanpa henti. Daftarnya akan diperbarui mengikuti perkembangan pasokan dan kondisi antrean.
Selain memperpanjang pelayanan, perusahaan menyiapkan tambahan pasokan BBM secara bertahap sebesar 26.200 kiloliter untuk mempercepat pemulihan distribusi.
Pengiriman dilakukan melalui terminal BBM Sanggaran di Denpasar dan Manggis di Karangasem.
Pertamina juga memperkuat armada distribusi dengan menyiagakan 108 mobil tangki, termasuk kendaraan tambahan untuk mendukung penyaluran ke SPBU.
Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan karena berpotensi memperpanjang antrean dan menghambat distribusi.
Menurut Koster, berdasarkan skema pengiriman yang telah disiapkan Pertamina, ketersediaan Pertalite dan Pertamax diproyeksikan mencukupi kebutuhan Bali hingga dua pekan ke depan.
Pemerintah daerah bersama kepolisian turut melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar SPBU untuk mengurangi kemacetan akibat penumpukan kendaraan.
Meski Pertamina menyampaikan jaminan pasokan, antrean yang terjadi menunjukkan pentingnya ketepatan jadwal pengiriman, kesiapan armada, dan kecepatan pelayanan kepada konsumen.
Pemulihan distribusi menjadi kebutuhan mendesak mengingat Bali merupakan salah satu pusat pariwisata nasional yang mengandalkan kelancaran transportasi untuk menunjang kegiatan ekonomi.
Kini perhatian tertuju pada efektivitas langkah Pertamina. Pengoperasian SPBU selama 24 jam diharapkan mampu mempercepat normalisasi layanan sehingga masyarakat tidak lagi menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.





