Pasokan 30 Juta Barel Minyak UEA Belum Final, Rivqy Minta Transparansi
Jakarta, InfoNusantara.ID – Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim meminta pemerintah membuka skema dan konsekuensi rencana pasokan hingga 30 juta barel minyak mentah dari Uni Emirat Arab (UEA).
Permintaan itu muncul di tengah kabar pasokan tanpa biaya yang disampaikan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto. Namun, pemerintah menegaskan rencana tersebut masih dalam penjajakan. Belum ada dasar untuk memastikan seluruh minyak akan diberikan sebagai hibah tanpa kewajiban pembayaran.
“Bantuan ini patut kita sambut positif. Namun, pemerintah, khususnya SKK Migas dan kementerian terkait, harus cermat,” ujar Rivqy dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Menurut Rivqy, pemerintah perlu memastikan mekanisme kerja sama, persyaratan, serta kemungkinan kewajiban yang menyertainya. Pemeriksaan juga harus mencakup kualitas minyak, pengiriman, kapasitas pengolahan, dan transparansi pemanfaatan.
Ia meminta dampak ekonominya dihitung secara terbuka, termasuk terhadap kebutuhan impor, biaya pengadaan, subsidi, dan kompensasi energi. Dengan demikian, manfaat kerja sama dapat dinilai berdasarkan perhitungan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Rivqy juga mengusulkan agar pemerintah mengevaluasi ruang penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) apabila pasokan tersebut benar-benar menghasilkan penghematan. Usulan itu tetap harus mempertimbangkan biaya pengolahan, distribusi, nilai tukar, serta struktur harga yang berlaku.
Sebelumnya, Djoko menyampaikan rencana pasokan dari UEA setelah pertemuan dengan pihak negara tersebut pada Selasa (27/10/2026). Ia menyebut fasilitas tanpa biaya modal kerja dan pengiriman, tetapi belum menjelaskan keseluruhan mekanisme pembayarannya.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kemudian menegaskan bahwa pembahasan belum menjadi kesepakatan final.
“Itu masih potensi ya. Semuanya masih penjajakan ya,” kata Bahlil, Rabu (28/10/2026), sebagaimana dimuat laman resmi Kementerian ESDM.
Karena itu, status pasokan, cakupan pembebasan biaya, jadwal pengiriman, dan potensi penghematan masih memerlukan penjelasan lanjutan. Belum ada keputusan penurunan harga BBM yang diumumkan dalam sumber yang diperiksa.
