Nasir Djamil Raih JAB Award, Tegaskan Hukum Tak Boleh Tajam ke Bawah
MEULABOH, INFONUSANTARA.ID – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), M. Nasir Djamil, menerima penghargaan JAB Award 2026 kategori Tokoh Pembaharuan Hukum Nasional dalam acara yang digelar Jurnalis Aceh Barat di Meulaboh, Jumat (30/10/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan Bupati Aceh Barat, Tarmizi, sebagai apresiasi penyelenggara terhadap kiprah Nasir dalam mendorong reformasi hukum dan penguatan lembaga penegak hukum di Indonesia.
Nasir menyampaikan terima kasih atas penghargaan tersebut. Ia menilai apresiasi itu sekaligus menjadi tanggung jawab untuk terus memperjuangkan sistem hukum yang adil dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Pembaharuan hukum tidak boleh berhenti pada perubahan regulasi semata, tetapi harus mampu menghadirkan keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Nasir.
Menurutnya, reformasi hukum nasional harus diarahkan pada penguatan supremasi hukum, perlindungan hak asasi manusia, serta peningkatan integritas aparat penegak hukum.
Ia menegaskan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh perlakuan setara di hadapan hukum, tanpa dipengaruhi jabatan, kekuasaan, maupun latar belakang sosial.
“Penegakan hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Hukum harus berdiri tegak tanpa melihat latar belakang, jabatan, maupun kekuasaan seseorang,” tegasnya.
Nasir juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dan media dalam mengawasi penyelenggaraan negara, termasuk proses reformasi kelembagaan hukum.
Menurutnya, pers memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi sekaligus pengawas independen terhadap kebijakan dan kinerja aparat penegak hukum.
“Pers harus tetap kritis dan independen, sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan penyelenggaraan negara dapat berjalan secara transparan dan akuntabel,” katanya.
Nasir berharap JAB Award menjadi dorongan untuk memperkuat komitmen terhadap pembaharuan hukum yang transparan, berintegritas, dan berorientasi pada keadilan.
Ia turut mengapresiasi insan pers Aceh Barat yang memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh atas kontribusi mereka di tingkat daerah maupun nasional.
