Buron Kasus Mutilasi Istri dan Anak Tiri, Dwi Bagus Ganti Nama Amanullah
SURABAYA, INFONUSANTARA.ID – Upaya Dwi Bagus Martono (40), tersangka pembunuhan dan mutilasi istri siri beserta anak tirinya, menghindari kejaran polisi akhirnya terbongkar.
Selama bersembunyi di sebuah padepokan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tersangka menggunakan identitas baru bernama Amanullah.
Dwi Bagus diduga membunuh Dini Hardiyanti (30) dan anak tirinya berinisial AGF (4). Setelah kejadian tersebut, ia melarikan diri ke padepokan milik seorang tokoh agama di Kecamatan Gudo, Jombang.
Katim Opsnal Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Aipda Sigit Dwi Susanto, mengungkapkan bahwa tersangka sengaja mengganti nama selama berada di tempat persembunyian.
“Dia ganti nama Amanullah,” kata Sigit kepada wartawan, Sabtu (31/10/2026).
Menurut Sigit, nama Amanullah dipilih karena tersangka memaknainya sebagai bentuk perlindungan dari Allah. Dwi Bagus diduga berharap identitas tersebut membuat keberadaannya sulit terlacak aparat kepolisian.
Selama hampir dua pekan, tersangka tinggal di padepokan tersebut sambil berusaha menenangkan diri setelah peristiwa pembunuhan.
Pelariannya berakhir setelah penyidik memperoleh informasi dari istri sah tersangka, MIA (34), yang sebelumnya diamankan di Surabaya.
Keterangan MIA mengenai lingkungan pertemanan suaminya membantu polisi mengidentifikasi lokasi persembunyian. Aparat kemudian mendatangi padepokan tersebut pada Minggu (25/10/2026).
Dalam pengembangan penyidikan, polisi juga mengungkap hasil pemeriksaan psikologis tersangka.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur, Kombes Pol Roy H M Sihombing, menyebut Dwi Bagus memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata.
“Memang dia mempunyai kelebihan, tingkat IQ di atas rata-rata,” ujar Roy, sebagaimana dikutip Rabu (28/10/2026).
Pemeriksaan tersebut juga disebut menemukan kecenderungan karakter superior pada tersangka.
Meski demikian, hasil pemeriksaan psikologis tidak serta-merta menjelaskan motif pembunuhan.
Kasus yang menewaskan seorang perempuan dan anak berusia empat tahun ini menjadi perhatian publik. Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa, dugaan motif, serta upaya tersangka menghilangkan jejak kejahatan.
