InfoNusantara.id

Dari Daerah untuk Indonesia

Akses Sulit Hambat Ekonomi Baturangin, Warga Khawatir Kampung Leluhur Kehilangan Penghuni

Perkampungan Baturangin di Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Warga berharap perbaikan akses transportasi memudahkan pengangkutan hasil pertanian dan mendukung penghidupan masyarakat.

Toba, InfoNusantara.ID – Warga Baturangin, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, berharap perbaikan akses transportasi membuka peluang ekonomi sekaligus menjaga keberlangsungan kampung yang mereka sebut sebagai warisan leluhur.

Tokoh adat setempat, Buka, menyebut masyarakat memiliki sekitar 50 hektare lahan warisan, tetapi baru sekitar lima hektare yang dikelola. Keterbatasan akses menyulitkan pengangkutan hasil pertanian dan, menurutnya, turut mendorong penduduk meninggalkan kampung.

“Kami berharap ada pihak yang berkenan membantu kami keluar dari ketertinggalan ekstrem,” kata Buka kepada awak media, Kamis (29/10/2026).

Buka mengatakan kampung tersebut dahulu lebih ramai. Ia mengkhawatirkan keterbatasan infrastruktur akan membuat semakin banyak warga pergi dan generasi berikutnya kesulitan membangun kehidupan di tanah kelahiran.

Sebagian warga mengandalkan pertanian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Padi ditanam bagi kebutuhan pangan keluarga, sedangkan kopi menjadi sumber pendapatan untuk pendidikan anak dan tabungan.

Namun, pemasaran hasil kebun masih terkendala kemampuan mengangkut barang melewati medan sulit.

“Kalau menjual kopi, sekali jual kami hanya bisa membawa sekitar 25 kilogram. Kami harus membawanya sendiri melewati medan yang sulit,” ujarnya.

Bagi warga, akses transportasi yang memadai diharapkan membantu hasil pertanian menjangkau pasar dalam jumlah lebih besar. Kebutuhan infrastruktur tersebut juga menjadi perhatian dalam pemberitaan mengenai harapan masyarakat Baturangin.

Persoalan akses di kawasan itu sebelumnya telah tercatat dalam publikasi Media Center Kabupaten Toba melalui InfoPublik pada Februari 2023. Publikasi tersebut menempatkan perkampungan Baturangin di Dusun IV, Desa Meranti Tengah, Kecamatan Pintu Pohan Meranti.

Saat itu, warga sejumlah perkampungan berdekatan juga menyampaikan kebutuhan layanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau. Namun, kondisi yang dicatat pada 2023 perlu diperiksa kembali untuk menggambarkan keadaan terkini.

Harapan Buka kini tertuju pada dukungan yang memungkinkan warga mengembangkan penghidupan tanpa harus meninggalkan kampung. Angka luas lahan dan kemampuan angkut kopi masih merupakan keterangan warga, belum hasil pendataan yang diperiksa langsung.