Saham Chip Melaju, Bursa Asia Dibuka Menguat Jelang Keputusan The Fed
Jakarta, InfoNusantara.ID – Bursa saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada Rabu (28/10/2026), mengikuti kenaikan Wall Street yang ditopang saham teknologi. Investor menanti keputusan suku bunga Federal Reserve dan laporan keuangan perusahaan teknologi besar Amerika Serikat.
Pada pembukaan perdagangan, Kospi Korea Selatan melonjak lebih dari 2%, sedangkan Kosdaq naik 1,8%. Nikkei 225 Jepang menguat lebih dari 0,7%, Topix bertambah 0,3%, dan S&P/ASX 200 Australia meningkat 0,8%. Angka tersebut merupakan pergerakan awal sesi, bukan hasil penutupan.
Sentimen positif mengikuti kenaikan Nasdaq Composite sekitar 1,2% pada Selasa (27/10/2026). Saham Broadcom naik sekitar 4%, Advanced Micro Devices melonjak 5,5%, sementara Micron Technology menguat 2,8%.
Reli semikonduktor berlangsung setelah pengumuman pembiayaan US$63 miliar untuk membeli akselerator AI dan perangkat jaringan Broadcom yang akan disewakan kepada Anthropic, pengembang Claude.
Dalam pengumuman resmi pada 26 Oktober, Bank of America, Blackstone, Citi, dan Morgan Stanley menyatakan transaksi akan dijalankan melalui perusahaan bertujuan khusus. Pengiriman perangkat diperkirakan dimulai pada 2027 sebagai bagian dari kesepakatan kapasitas komputasi yang telah diumumkan sebelumnya.
Fokus berikutnya adalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal atau FOMC pada 27–28 Oktober. Pasar memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,75%–4%, setelah kenaikan 25 basis poin pada September. Perkiraan tersebut belum merupakan keputusan resmi bank sentral.
Investor juga mencermati petunjuk mengenai kebijakan berikutnya. Pernyataan bank sentral akan menjadi perhatian untuk menilai kemungkinan perubahan suku bunga dalam pertemuan mendatang.
Selain kebijakan moneter, laporan keuangan Alphabet dan Microsoft dijadwalkan dirilis setelah penutupan Wall Street pada Rabu. Keduanya menjadi perhatian di tengah pulihnya minat terhadap saham yang terkait dengan pengembangan AI.
Dengan dua agenda besar tersebut, penguatan saat pembukaan belum menggambarkan hasil perdagangan sepanjang hari. Pergerakan indeks Asia tetap perlu diperbarui sesuai waktu pengambilan data agar pembaca dapat membedakan kondisi awal sesi dan penutupan.
