InfoNusantara.id

Dari Daerah untuk Indonesia

Kemendag Perluas Akses Ekspor UMKM, Kampus Didorong Cetak Wirausaha Muda

Menteri Perdagangan Budi Santoso

Jakarta, InfoNusantara.ID – Menteri Perdagangan Budi Santoso menempatkan penguatan pasar domestik, perluasan ekspor, dan pengembangan usaha lokal sebagai tiga prioritas perdagangan. Melalui program Dari Lokal untuk Global, Kemendag membuka akses pemasaran bagi UMKM hingga pelaku usaha dari lingkungan kampus.

Fasilitasi ekspor memanfaatkan 46 perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli. Kemendag juga menyebut Indonesia memiliki 25 perjanjian perdagangan yang telah diimplementasikan sebagai instrumen pembukaan akses pasar produk nasional.

Tiga program prioritas tersebut adalah Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, serta Dari Lokal untuk Global. Penguatan pasar domestik diarahkan agar produk Indonesia semakin mampu bersaing dan memperoleh tempat di pasar sendiri.

Sementara itu, pengembangan usaha lokal dijalankan melalui empat klaster: UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor atau UMKM BISA Ekspor; Desa BISA Ekspor; Kemitraan UMKM; dan Campuspreneur. Keempatnya menyasar penguatan kapasitas usaha serta perluasan jaringan pemasaran.

Campuspreneur secara khusus membuka kesempatan bagi mahasiswa dan lingkungan perguruan tinggi untuk mengembangkan usaha berorientasi ekspor. Dukungan mencakup penguatan kewirausahaan serta akses menuju pasar internasional.

Dalam publikasi resmi pada 25 September 2026, Kemendag mencatat 25 perguruan tinggi telah bergabung setelah masuknya BINUS University. Angka tersebut merupakan catatan pada tanggal publikasi, sehingga tidak otomatis menggambarkan jumlah mitra terkini.

Promosi produk lokal juga dilakukan melalui Pilihan Busan. Program ini menampilkan produk UMKM terkurasi yang diperbarui setiap dua hingga tiga bulan, termasuk dengan memajangnya di ruang tamu Menteri Perdagangan untuk diperkenalkan kepada pengunjung.

Jangkauan promosi kemudian diperluas melalui etalase khusus di Tokopedia dan TikTok Shop. Kemendag menyatakan kolaborasi tersebut ditujukan untuk memudahkan konsumen menemukan produk lokal sekaligus memperbesar peluang pemasaran UMKM.

Berbagai fasilitas tersebut membuka peluang penjajakan bisnis. Namun, pertemuan dengan calon pembeli maupun keikutsertaan dalam program belum dengan sendirinya menunjukkan ekspor telah terealisasi. Capaian perdagangan tetap perlu dibedakan antara peluang transaksi, kesepakatan, dan pengiriman barang.