InfoNusantara.id

Dari Daerah untuk Indonesia

Microsoft Buka Tawaran Keluar Sukarela, Eks Manajer Dorong Penggunaan Agen AI

Sekitar 60.000 karyawan Microsoft memenuhi syarat keluar sukarela. Eks manajer Merill Fernando mendorong organisasi ramping dan penggunaan agen AI.

Jakarta, InfoNusantara.ID – Microsoft membuka program keluar sukarela bagi karyawan yang memenuhi syarat di empat negara, ketika mantan manajer produk Microsoft Entra, Merill Fernando, menyerukan organisasi lebih ramping dan penggunaan agen kecerdasan buatan untuk mempercepat inovasi.

Sekitar 60.000 karyawan memenuhi syarat mengikuti program tersebut, menurut keterangan Microsoft kepada GeekWire. Angka itu menunjukkan cakupan penerima tawaran, bukan jumlah pegawai yang sudah atau dipastikan akan meninggalkan perusahaan.

Microsoft mengumumkan Voluntary Exit Offer pada 26 Oktober 2026. Program berlaku bagi karyawan level 70 ke bawah di tim yang berpartisipasi di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan India.

Chief People Officer Microsoft Amy Coleman menjelaskan, peserta yang memilih keluar akan memperoleh dukungan finansial dan sumber daya perencanaan karier. Tidak semua unit mengikuti program karena pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan bisnis dan komitmen kepada pelanggan.

Secara terpisah, Fernando menilai besarnya infrastruktur dan basis pelanggan Microsoft belum cukup apabila proses pengambilan keputusan menghambat peluncuran produk. Menurutnya, OpenAI dan Anthropic bergerak lebih cepat.

“Microsoft membutuhkan lebih sedikit orang,” tulis Fernando di X, sebagaimana dikutip The Economic Times pada 27 Oktober 2026. Kutipan tersebut diterjemahkan dari bahasa Inggris.

Ia mengusulkan pemanfaatan agen AI untuk membantu menjalankan tugas dan alur kerja bertahap. Fernando berpendapat teknologi tersebut dapat mengurangi hambatan koordinasi antartim, tetapi pandangan itu belum membuktikan bahwa pengurangan pegawai otomatis meningkatkan kecepatan inovasi.

Sebagai contoh, Fernando menyoroti lambatnya adopsi internal managed identities, fitur autentikasi yang mengurangi kebutuhan menyimpan kredensial dalam kode. Ia mengaitkan percepatan penerapannya dengan insiden keamanan dan peluncuran Secure Future Initiative. Penjelasan mengenai hambatan internal tersebut merupakan penilaiannya.

Dalam pengumuman resminya, Microsoft menyebut program keluar sukarela sebagai pilihan transisi bagi pegawai sekaligus cara menyesuaikan tenaga kerja dengan perubahan kebutuhan organisasi. Pengumuman itu tidak menyatakan program tersebut merupakan respons terhadap kritik Fernando ataupun rencana menggantikan peserta dengan agen AI.