AKBP Netty Rosdiana Pilih Mundur dari Polri, Singgung Prinsip dan Hati Nurani
JAKARTA, INFONUSANTARA.ID – Perwira menengah Polri, AKBP Netty Rosdiana Siagian, mengungkap alasan di balik keputusannya mengajukan pengunduran diri dari Korps Bhayangkara.
Ia mengaku ingin menempuh jalan pengabdian baru yang lebih sejalan dengan prinsip dan hati nuraninya.
Netty menjelaskan, surat permohonan pengunduran dirinya telah disampaikan sejak 20 Agustus 2026, dengan tanggal efektif yang diajukan pada 1 September 2026.
Keputusan tersebut kembali menjadi perhatian setelah kabar pengunduran dirinya ramai diperbincangkan di media sosial.
“Permohonan itu sudah masuk di suratnya tanggal 20 Agustus,” ujar Netty kepada wartawan, Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan, pemilihan waktu pengunduran diri mempertimbangkan sejumlah agenda yang perlu diselesaikan, termasuk mengikuti upacara peringatan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus.
Netty menegaskan, meninggalkan institusi kepolisian bukan berarti mengakhiri keinginannya untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat.
Menurutnya, pengabdian dapat dilakukan melalui berbagai bidang, tanpa harus terikat pada satu lembaga atau profesi.
“Ketika misalnya tatanan itu tidak sesuai dengan hati, yang ada kita nanti cuma sakit sendiri,” ungkapnya.
Ia menilai bertahan dalam lingkungan yang tidak lagi sesuai dengan prinsip pribadi dapat menjadi beban tersendiri.
Karena itu, Netty berencana mengembangkan aktivitas di bidang pendidikan dan sosial, termasuk berbagi pengalaman serta pengetahuan melalui kegiatan akademik.
Ia juga ingin terlibat langsung dalam program kemasyarakatan agar manfaat pengabdiannya dapat dirasakan lebih luas.
“Berkarya bukan cuma di Polri. Masih banyak, ada di bidang universitas, akademi,” katanya.
Netty sebelumnya mengumumkan pengajuan pengunduran dirinya melalui media sosial pada Sabtu (31/10/2026).
Meski menyebut tanggal efektif 1 September, kepastian administratif pemberhentiannya tetap memerlukan konfirmasi resmi dari institusi Polri.
Keputusan tersebut sekaligus menandai rencana perubahan arah pengabdian Netty, dari lingkungan kepolisian menuju dunia pendidikan dan kegiatan sosial masyarakat.
