Usai Dua Anak Menhaj Mundur, Adik Mendikdasmen Abdul Mu’ti Ikut Disorot
JAKARTA, INFONUSANTARA.ID – Polemik penempatan keluarga pejabat dalam jabatan pemerintahan kembali mencuat.
Setelah dua putra Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengundurkan diri, perhatian publik kini tertuju pada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.
Sorotan muncul menyusul informasi bahwa Ma’ruf El Rumi, yang disebut sebagai adik kandung Abdul Mu’ti, menduduki jabatan Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Komunikasi dan Media.
Keberadaan Ma’ruf dalam struktur kementerian tercantum pada laman resmi Kemendikdasmen dengan nama Ma’ruf, S.Kom. Ia tercatat menjabat sejak 2024.
Perbincangan mengenai hubungan keluarga tersebut mengemuka di media sosial setelah pengunduran diri dua anak Menteri Haji menjadi perhatian masyarakat.
Akun X @negarawan2024 turut mempertanyakan penunjukan anggota keluarga pejabat dalam jabatan kementerian.
“Dua Anak Menteri Haji Mundur, Bagaimana dengan Adik Kandung Menteri Dikdasmen?” demikian pertanyaan yang disampaikan akun tersebut.
Pegiat media sosial Ferry Koto juga ikut menanggapi polemik itu. Ia meminta Abdul Mu’ti memberikan penjelasan mengenai pengangkatan Ma’ruf.
Meski demikian, penempatan seseorang dalam jabatan pemerintahan tidak dapat langsung dikategorikan sebagai nepotisme hanya berdasarkan hubungan keluarga.
Penilaian tersebut membutuhkan pemeriksaan terhadap mekanisme pengangkatan, kompetensi, kewenangan pejabat, dan kemungkinan konflik kepentingan.
Berdasarkan profil resmi kementerian, Ma’ruf memiliki pengalaman panjang di industri media.
Ia pernah menjadi redaktur pelaksana Okezone dan Sportstars.ID serta bekerja di Koran SINDO dan jaringan Jawa Pos.
Pengalaman profesional tersebut menjadi informasi penting dalam menilai latar belakang kompetensinya.
Namun, pertanyaan mengenai prosedur seleksi, dasar pengangkatan, dan mekanisme pencegahan konflik kepentingan tetap memerlukan penjelasan resmi.
Sebelumnya, dua putra Menteri Haji, Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad Fawwaz, mengundurkan diri sebagai tenaga ahli pada Senin (26/10/2026).
Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan keputusan tersebut merupakan respons terhadap sorotan publik sekaligus upaya menjaga integritas kementerian.
Peristiwa di dua kementerian itu kembali membuka pembahasan mengenai transparansi pengisian jabatan publik.
Hingga penyusunan berita ini, redaksi belum memperoleh klarifikasi langsung dari Abdul Mu’ti maupun Ma’ruf mengenai mekanisme pengangkatan dan persoalan hubungan keluarga yang menjadi sorotan.
