Saham Teknologi China Ambles Nyaris 40 Persen, Euforia AI Mulai Memudar
BEIJING, INFONUSANTARA.ID – Pasar saham teknologi China menghadapi tekanan besar setelah indeks Star50 merosot hampir 40 persen sejak akhir Juni hingga pertengahan Oktober 2026. Kejatuhan tersebut menjadikannya salah satu indeks teknologi utama dengan kinerja terburuk di dunia.
Persoalan utamanya adalah memudarnya optimisme investor terhadap keuntungan bisnis kecerdasan buatan (AI).
Valuasi perusahaan teknologi yang sebelumnya melonjak kini tertekan akibat kekhawatiran terhadap prospek pendapatan, tingginya biaya pengembangan, dan keberlanjutan investasi.
Mengutip laporan Bloomberg yang dipublikasikan Sabtu (17/10/2026), tekanan juga menghantam perusahaan semikonduktor China. Saham MetaX Integrated Circuits Shanghai dan Moore Threads Technology kehilangan sekitar separuh nilainya.
Indeks ChiNext yang banyak dihuni perusahaan perangkat keras teknologi turut melemah 36 persen.
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan April–Juni 2026 ketika Star50 melonjak sekitar 75 persen berkat antusiasme terhadap terobosan teknologi dan dukungan pemerintah China.
Namun, tingginya valuasi justru menjadi persoalan ketika sentimen pasar berubah. Rasio harga terhadap estimasi laba Star50 yang sempat melampaui 80 kali kini masih berada di atas 40 kali.
Tekanan investor asing juga meningkat. Arus modal keluar melalui jalur perdagangan Hong Kong menuju saham domestik China diperkirakan mencapai 90 miliar yuan atau sekitar USD13,5 miliar pada kuartal III 2026.
Pelemahan berkepanjangan berisiko mempersulit perusahaan AI memperoleh pembiayaan melalui pasar modal.
Pemerintah China telah membahas langkah stabilisasi pasar, termasuk mendorong pembelian saham oleh dana yang didukung negara.
Meski demikian, pemulihan belum dapat dipastikan karena investor masih menunggu bukti pertumbuhan laba perusahaan teknologi.
