Penjualan BMW Anjlok di China, Sekitar 1.800 Karyawan Dikabarkan Terkena PHK
JAKARTA, INFONUSANTARA.ID – Tekanan terhadap industri otomotif premium semakin terasa di China, Produsen mobil mewah asal Jerman, BMW, dilaporkan mulai melakukan pemangkasan tenaga kerja besar-besaran setelah penjualan kendaraannya merosot tajam di pasar otomotif terbesar dunia tersebut.
Sekitar 1.800 pekerja BMW Brilliance Automotive (BBA), perusahaan patungan BMW di China, dikabarkan terdampak kebijakan pengurangan tenaga kerja yang dimulai pada Senin (2/11/2026).
Jumlah tersebut setara sekitar 10 persen dari total karyawan perusahaan. Informasi ini pertama kali mencuat melalui laporan media teknologi China, AI4Robo, berdasarkan keterangan sejumlah pekerja.
Gelombang pemangkasan dilaporkan terutama menyasar tenaga produksi di fasilitas BMW yang berlokasi di Shenyang, Provinsi Liaoning. Sejumlah pekerja administrasi juga disebut terdampak.
Karyawan yang kehilangan pekerjaan dikabarkan memperoleh pesangon menggunakan skema N+5, yakni kompensasi berdasarkan masa kerja dengan tambahan pembayaran setara lima bulan gaji pokok.
Meski laporan pemangkasan tenaga kerja telah beredar luas, BMW belum mengeluarkan konfirmasi resmi mengenai jumlah pekerja terdampak maupun kaitannya dengan restrukturisasi global.
Tekanan bisnis perusahaan terlihat dari laporan penjualan Januari–September 2026. Pengiriman kendaraan BMW dan MINI di China hanya mencapai 376.128 unit, merosot 21,8 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut ikut menekan kinerja BMW Group secara global. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, perusahaan mengirimkan 1.707.799 kendaraan atau turun 4,9 persen secara tahunan.
Kondisi keuangan BMW juga menghadapi tantangan. Laba sebelum pajak semester pertama 2026 turun 29,4 persen, sementara margin laba operasional segmen otomotif menyusut menjadi 3,6 persen.
Di tengah semakin ketatnya persaingan kendaraan listrik dan tekanan biaya produksi, BMW menghadapi tantangan mempertahankan daya saing sekaligus melakukan efisiensi operasional.
Merosotnya penjualan di China kini menjadi ujian besar bagi strategi bisnis BMW, terutama dalam menjaga pangsa pasar premium dan keberlanjutan operasional pabriknya.
