Sumpah Pemuda Jadi Panggung Protes, 36 Titik Aksi Warnai Makassar
MAKASSAR, INFONUSANTARA.ID – Peringatan 98 tahun Sumpah Pemuda di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026), diwarnai gelombang demonstrasi mahasiswa, organisasi kepemudaan, serikat pekerja, dan kelompok masyarakat sipil.
Berbagai tuntutan disuarakan, mulai dari evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga persoalan pendidikan, ketenagakerjaan, lingkungan hidup, dan penegakan hukum.
Kepolisian mencatat 36 titik aksi yang tersebar di sejumlah kawasan strategis Makassar. Untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan kepadatan lalu lintas, sebanyak 1.936 personel gabungan dikerahkan.
Sejumlah lokasi yang menjadi perhatian antara lain kawasan Flyover AP Pettarani, Kantor DPRD Sulawesi Selatan, Kantor Gubernur, Polda Sulsel, Polrestabes Makassar, serta ruas Jalan Sultan Alauddin yang menghubungkan Makassar dengan Kabupaten Gowa.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana memimpin apel pengamanan di bawah Flyover Jalan Urip Sumoharjo.
Ia meminta personel mengutamakan pendekatan persuasif dalam mengawal penyampaian aspirasi masyarakat.
“Kita berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Arya.
Sejumlah kelompok mahasiswa menjadikan momentum Sumpah Pemuda sebagai ruang menyampaikan kritik terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah.
Persoalan yang diangkat mencakup program Makan Bergizi Gratis (MBG), penanganan kebakaran hutan dan lahan, krisis energi, perlindungan hak pekerja, hingga desakan pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset.
Front Mahasiswa Revolusioner Sulawesi Selatan, misalnya, memasukkan evaluasi program pemerintah dan persoalan buruh serta petani dalam agenda aspirasinya.
Sementara itu, Aliansi Mahasiswa UMI menyoroti perlindungan ruang demokrasi, konflik penguasaan lahan, serta dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap masyarakat.
Selain tuntutan nasional, sejumlah kelompok mengangkat persoalan lokal, termasuk dugaan penyimpangan proyek pembangunan, pengelolaan dapur MBG, pertambangan ilegal, dan mutu pelayanan kesehatan.
Gerakan Perjuangan Aktivis Mahasiswa merencanakan penyampaian aspirasi kepada kepolisian dan kejaksaan terkait sejumlah dugaan pelanggaran yang mereka minta untuk ditelusuri.
Di sektor kesehatan, DPP Elang Timur Indonesia menjadwalkan aksi di Kantor BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan Makassar guna meminta evaluasi atas dugaan persoalan pelayanan rumah sakit.
Sementara itu, kelompok DPP The Legend 120 Sulawesi Selatan mengusung pesan persatuan dan perdamaian melalui kegiatan di kawasan Monumen Mandala.
Beragamnya aspirasi tersebut memperlihatkan bahwa peringatan Sumpah Pemuda tidak hanya berlangsung melalui upacara dan kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang penyampaian tuntutan sosial serta politik.
Hingga perkembangan informasi yang dihimpun, demonstrasi berlangsung di sejumlah lokasi dengan pengamanan aparat. Masyarakat diminta memperhatikan kondisi lalu lintas dan menggunakan jalur alternatif apabila diperlukan.
