InfoNusantara.id

Dari Daerah untuk Indonesia

Tiga Pola Pikir yang Bikin Sulit Kaya, Ini Penjelasan Pakar Keuangan

Ilustrasi pengelolaan keuangan dan investasi. Pakar keuangan Ramit Sethi mengingatkan tiga pola pikir yang dapat menghambat seseorang membangun kekayaan dalam jangka panjang.

JAKARTA, INFONUSANTARA.ID – Besarnya penghasilan bukan satu-satunya penentu keberhasilan seseorang membangun kekayaan.

Cara memandang uang, mengatur pengeluaran, dan mengambil keputusan finansial justru menjadi faktor penting dalam mencapai kestabilan ekonomi.

Penulis buku I Will Teach You to Be Rich, Ramit Sethi, mengungkapkan tiga pola pikir keliru yang dapat menghambat seseorang mencapai kebebasan finansial.

Menurut pembawa acara Netflix How To Get Rich tersebut, kekayaan tidak dibangun secara instan, melainkan melalui kebiasaan terencana dan konsistensi jangka panjang.

“Pembentukan kekayaan yang sesungguhnya membutuhkan waktu. Prosesnya membosankan, sistematis, dan dilakukan secara konsisten,” ujar Sethi, sebagaimana dikutip dari CNBC Make It.

Pertama, menganggap pembicaraan tentang uang sebagai hal tabu. Sethi menilai keterbukaan mengenai kondisi keuangan diperlukan, terutama dalam keluarga.

Diskusi mengenai pendapatan, tabungan, pengeluaran, dan tujuan finansial dapat membantu seseorang mengambil keputusan lebih terukur serta menghindari konflik keuangan.

Kedua, terjebak keyakinan finansial sejak kecil. Menurut Sethi, kebiasaan mendengar ungkapan seperti “kita tidak mampu membelinya” dapat memengaruhi hubungan seseorang dengan uang hingga dewasa.

Akibatnya, sebagian orang tetap merasa bersalah saat membelanjakan uang meskipun kondisi keuangannya sudah membaik.

Ia menyarankan agar keyakinan tersebut dievaluasi supaya keputusan finansial lebih didasarkan pada kebutuhan dan kemampuan aktual.

Ketiga, menganggap investasi hanya untuk orang kaya. Sethi menegaskan bahwa investasi dapat dimulai dari nominal kecil secara rutin, tanpa harus menunggu memiliki penghasilan besar.

Namun, investasi tetap perlu mempertimbangkan risiko, tujuan keuangan, dan kemampuan masing-masing individu.

Ia mencontohkan, menyisihkan uang secara berkala dapat membantu membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.

Bagi Sethi, keberhasilan mengelola keuangan bukan tentang mencari keuntungan cepat, melainkan membangun sistem yang berkelanjutan.

Disiplin menabung, pengendalian konsumsi, dan investasi sesuai kemampuan menjadi langkah penting menuju ketahanan finansial jangka panjang.