InfoNusantara.id

Dari Daerah untuk Indonesia

BMKG Ingatkan Hujan Petir di Empat Kota, Gelombang Berpotensi Capai Empat Meter

Prakiraan BMKG 28 Oktober 2026: empat kota berpotensi hujan petir. Gelombang 2,5–4 meter diprakirakan di Samudra Hindia selatan Jawa Timur.
BMKG memprakirakan potensi hujan petir di sejumlah kota serta gelombang 2,5–4 meter di Samudra Hindia selatan Jawa Timur.

Jakarta, InfoNusantara.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi hujan disertai petir di sejumlah kota pada Rabu (28/10/2026), serta gelombang tinggi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur.

Tanjungpinang, Bandar Lampung, Bandung, dan Banjarmasin termasuk kota yang diprakirakan mengalami hujan petir. Sementara itu, gelombang setinggi 2,5–4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur berdasarkan peringatan maritim yang berlaku 28–31 Oktober 2026.

Prakirawan BMKG, Zen Putri, menjelaskan bahwa sirkulasi siklonik terpantau di perairan utara Aceh dan Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya. Kondisi atmosfer tersebut mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya.

“Kondisi ini dapat mendukung pertumbuhan awan hujan sehingga meningkatkan potensi terjadinya hujan di wilayah-wilayah sekitarnya,” ujarnya dalam pembaruan informasi cuaca yang diberitakan Rabu.

Di Pulau Jawa, hujan sedang diprakirakan terjadi di Semarang dan Yogyakarta. Adapun Serang, Jakarta, serta Surabaya berpotensi mengalami hujan ringan.

Prakiraan hujan ringan juga mencakup Denpasar dan Mataram, sedangkan Kupang diprakirakan berawan tebal. Di Kalimantan, potensi hujan ringan terdapat di Pontianak, Palangka Raya, dan Tanjung Selor.

Untuk aktivitas laut, cakupan peringatan perlu diperhatikan secara spesifik. Gelombang kategori tinggi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur tidak berarti seluruh perairan Jawa Timur mengalami ketinggian serupa.

Pada laman resminya, BMKG mencantumkan gelombang kategori sedang, yakni 1,25–2,5 meter, untuk perairan Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Banyuwangi, Blitar, Jember, Lumajang, dan Malang. Peringatan tersebut berlaku mulai 28 Oktober pukul 07.00 hingga 31 Oktober pukul 07.00 WIB.

Masyarakat yang merencanakan perjalanan maupun kegiatan di laut perlu memeriksa pembaruan prakiraan sesuai lokasi dan waktu aktivitas. Kondisi cuaca antardaerah dapat berbeda, termasuk antara kawasan pesisir dan perairan samudra.

Informasi ini merupakan prakiraan potensi, bukan kepastian kejadian di seluruh wilayah. Pembaruan melalui situs dan aplikasi resmi BMKG menjadi rujukan untuk menyesuaikan rencana perjalanan serta aktivitas luar ruangan.