Internet Jangkau 31.864 Fasilitas Publik, 538 Desa Masih Terkendala Sinyal
JAKARTA, INFONUSANTARA.ID – Pemerintah mencatat perluasan layanan internet ke puluhan ribu fasilitas publik di Indonesia.
Namun, persoalan kesenjangan digital belum sepenuhnya teratasi, terutama di daerah terpencil dan wilayah yang masih kesulitan mendapatkan sinyal telekomunikasi.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melaporkan sebanyak 31.864 fasilitas publik telah mendapatkan akses internet pada 2026.
Di sisi lain, masih terdapat 538 desa dan kelurahan yang membutuhkan penyediaan atau penguatan jaringan 4G karena belum terjangkau sinyal maupun mengalami gangguan kualitas koneksi.
Data tersebut tertuang dalam laporan Rajut Kehidupan Digital Nusantara yang memuat capaian Kemkomdigi selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, periode 20 Oktober 2024 hingga 20 Oktober 2026.
Berdasarkan laporan yang dipublikasikan Rabu (21/10/2026), jangkauan layanan 4G telah mencapai 98,96 persen populasi Indonesia.
Sebanyak 21.722 fasilitas pendidikan tercatat memperoleh konektivitas internet.
Selain sekolah, jaringan juga menjangkau kantor pemerintahan, fasilitas kesehatan, dan pusat aktivitas masyarakat.
Kemkomdigi turut mencatat keberadaan 6.747 menara pemancar atau base transceiver station (BTS) 4G yang melayani kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Perluasan konektivitas tersebut memberikan manfaat bagi layanan pendidikan.
Di Papua, misalnya, SD YPK Netar sebelumnya harus membawa siswa ke sekolah lain untuk mengikuti ujian berbasis komputer akibat keterbatasan jaringan.
Akses internet juga mendukung pelayanan kesehatan dan sejumlah program pemerintah, termasuk Sekolah Rakyat serta Makan Bergizi Gratis.
Meski demikian, tingginya persentase cakupan jaringan secara nasional belum otomatis menggambarkan pemerataan kualitas internet di setiap daerah.
Wilayah pegunungan, pulau kecil, dan kawasan perbatasan masih menghadapi tantangan konektivitas.
Pemerintah menargetkan cakupan jaringan 5G mencapai sedikitnya 51 persen populasi nasional pada 2029, disertai peningkatan kecepatan internet seluler hingga 100 Mbps.
