InfoNusantara.id

Dari Daerah untuk Indonesia

Empat Petugas dan Relawan Tewas di Bromo, DPR Desak Evaluasi Karhutla

Empat petugas dan relawan tewas saat menangani karhutla Bromo. Anggota Komisi IV DPR Daniel Johan mendesak evaluasi keselamatan dan pencegahan kebakaran.
Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan.

JAKARTA, INFONUSANTARA.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menelan korban jiwa. Empat petugas dan relawan meninggal dunia ketika berupaya memadamkan api di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur.

Tragedi tersebut memicu desakan DPR agar pemerintah mengevaluasi sistem keselamatan penanganan kebakaran.

Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan menilai rangkaian korban akibat karhutla menunjukkan perlunya pembenahan serius, terutama perlindungan petugas lapangan dan masyarakat.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Daniel, korban di kawasan Bromo terdiri atas dua petugas Balai Besar TNBTS dan dua relawan pemadam kebakaran.

Peristiwa bermula ketika api dari kawasan ladang warga di sekitar Blok Pusung Dawa, Kabupaten Probolinggo, merambat menuju kawasan taman nasional.

Petugas bersama relawan dan masyarakat berusaha mengendalikan kebakaran. Namun, medan sulit serta keterbatasan sumber air membuat pemadaman harus dilakukan secara manual.

Situasi memburuk ketika angin kencang mengubah arah rambatan api hingga menjebak sejumlah personel.

Tiga korban ditemukan meninggal di lokasi kejadian, sedangkan satu lainnya mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Dua relawan juga mengalami luka bakar serius.

Daniel meminta Kementerian Kehutanan mengevaluasi prosedur penugasan, termasuk pemetaan risiko, ketersediaan jalur evakuasi, komunikasi antartim, dan perlengkapan keselamatan.

Menurutnya, keselamatan personel harus menjadi pertimbangan utama sebelum tim diterjunkan ke wilayah berbahaya.

“Setiap keputusan mengirim tim ke lokasi harus disertai kepastian mengenai risiko, jalur keluar, dan dukungan pertolongan,” ujar Daniel dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).

Korban karhutla juga dilaporkan di Samarinda, Kalimantan Timur. Seorang warga berusia 60 tahun meninggal setelah mengalami luka bakar berat ketika membantu memadamkan api pada 13 Oktober.

Daniel turut menyoroti kematian seorang balita di Kecamatan Palaran setelah mengalami gangguan pernapasan. Keluarga menduga paparan asap menjadi salah satu pemicunya, tetapi penyebab kematian belum dipastikan secara medis.

Ia mendesak pemerintah memperkuat pencegahan kebakaran, pengawasan kualitas udara, serta perlindungan kelompok rentan.

Daniel juga mengingatkan bahwa kabut asap tidak hanya berdampak terhadap kesehatan masyarakat Indonesia, tetapi turut menjadi perhatian negara tetangga.

Menurutnya, penanganan karhutla tidak boleh sebatas memadamkan api. Pemerintah perlu memastikan keselamatan petugas, memperkuat pengawasan kawasan rawan kebakaran, dan mencegah jatuhnya korban berikutnya.