Temui ABPEDNAS, Bamsoet Sebut Masa Depan Indonesia Ada di Pedesaan

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo/Ilustrasi. (Foto: Hasil tangkap layar video kanal youtube Bamsoet Channel)

Jakarta – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI) Bambang Soesatyo menemui Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS).
Ia menyampaikan, masa depan Indonesia tidak lagi berada di perkotaan, tetapi kini berada di pedesaan sebagai penyedia utama lumbung pangan. Terlebih dengan adanya keberadaan 26 juta keluarga petani dan nelayan.
Dengan demikian, sentra perekonomian rakyat juga menjadi ruang hidup bagi sekitar 1,5 juta pelaku UMKM.

“Ironisnya, saat ini jumlah penduduk miskin di pedesaan justru sangat banyak. Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Januari 2020 menyebutkan, pada September 2019 penduduk miskin pedesaan mencapai 14,93 juta orang, sedangkan di perkotaan hanya 9,86 juta orang. Menunjukan masih besarnya potensi desa yang belum tergarap dengan maksimal,” ujarnya dalam keterangannya, dikutip dari detiknews, Rabu (3/3/2021).

Bacaan Lainnya

Politisi Partai Golkar itu menegaskan perlunya peran dari semua pihak untuk menggarap potensi desa, baik pemerintah pusat, daerah, maupun Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai lembaga demokrasi di tingkat desa.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) ke-20 ini menjelaskan, berdasarkan data Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) tercatat ada sekitar 30 ribu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) saat ini. Ia menyatakan total omzet dari BUMDes ini mencapai Rp 2,1 triliun.

“Keberadaan BUMDes merupakan representasi model ekonomi padat karya. Mampu membawa dampak penyerapan tenaga kerja tinggi dan menggerakkan sektor riil di akar rumput,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini pun merinci data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2018. Terdapat 83.931 wilayah administrasi setingkat desa.

Jumlah tersebut, sambung Bamsoet, terdiri atas 75.436 desa (74.517 desa dan 919 nagari di Sumatera Barat), kemudian 8.444 kelurahan serta 51 Unit Permukiman Transmigrasi (UPT)/Satuan Permukiman Transmigrasi (SPT).

(Afg/IJS)

BACA JUGA :  Gelar Forum Kades, Gus Mujab Minta Kader Ansor dan NU Ikut Serta Bangun Desa
Editor: Al-Afgani Hidayat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *