Raperda Spam Selesai, Warga Nganjuk Bakal Dapat Jaminan Air Bersih

Ilustrasi bangunan SPAM. (Foto: IJS)

Jakarta – Warga pemakai air bersih di Kabupaten Nganjuk bakal mendapat jaminan kepastian kelayakan, kebersihan, dan kualitas air yang dikonsumsinya.
Hal ini setelah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nganjuk menyelesaikan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (Spam).

Ketua Pansus III DPRD Kabupaten Nganjuk, Eko Wahyu Mareta mengatakan, Perda tersebut nantinya menaungi semua kelompok atau lembaga sebagai penyedia air minum berstandar sesuai dalam Perda bagi warga di Kabupaten Nganjuk.

Bacaan Lainnya

Apabila terjadi persoalan di lapangan, maka diharapkan dari Perda ada solusi terbaik sehingga tidak meresahkan dan menimbulkan kekacauan di masyarakat.

“Jadi, Perda ini sebagai jaminan bagi warga Kabupaten Nganjuk untuk mendapatkan air minum layak, bersih, sehat, berkualitas, dan sebagainya,” katanya, dikutip dari surabaya.tribunnews.com, Kamis (8/4/2021).

Hingga saat ini, masih banyak wilayah di Kabupaten Nganjuk yang seringkali mengalami kesulitan air bersih di musim kemarau.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sebagai BUMD Kabupaten Nganjuk dan program dari APBN berupa Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Kementeruan PUPR belum dapat menjangkau seluruh wilayah yang kesulitan mendapatkan air bersih.

Dengan demikian, Politisi PKS Kabupaten Nganjuk itu mengharapkan dengan adanya Perda tersebut Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk bisa melakukan intervensi.

Baik melalui pembentukan kelompok masyarakat dalam penyediaan air bersih yang dibiayai APBD dan APBN, maupun dengan membangun fasilitas-fasilitas penyediaan air bersih di wilayah kekeringan.

“Yang pasti, dalam Perda tersebut telah diatur semuanya terkait penyediaan air minum bagi warga di Kabupaten Nganjuk,” ucapnya.

Dikatakan, hingga saat ini masih banyak tempat-tempat sumber air bersih yang tidak terurus di Kabupaten Nganjuk. Ini dikarenakan tempat tersebut berada di tanah milik pribadi warga. Karena itu, sumber air tersebut belum dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan seluruh warga di wilayah itu.

(Afg/IJS)

BACA JUGA :  Puncak Tertinggi Gunung Rinjani
Editor: Al-Afgani Hidayat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *