Ramadhan di Depan Mata, PBNU Bolehkan Ibadah di Masjid

Ketua Tanfidziyah PBNU, Robikin Emhas/Ilustrasi. (Foto: Tangkap layar video kanal youtube RakyatMerdeka TV)

Jakarta – Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mengatakan, umat Islam boleh beribadah di Masjid saat bulan Ramadhan meski dalam kondisi pandemi Covid-19.
Akan tetapi, protokol kesehatan tetap harus dipatuhi agar mencegah penularan virus korona di rumah ibadah.

“Justru dalam kondisi seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas peribadatan di bulan Ramadhan,” katanya, dikutip dari Kompas.com, Selasa (6/4/2021).

Bacaan Lainnya

Robikin mengatakan, peningkatan kualitas beribadah itu harus memperhatikan keselamatan, kesehatan, dan tidak menimbulkan kemudaratan bagi diri sendiri dan orang lain.

“Apalagi bagi yang melakukan tarawih berjamaah di tempat-tempat ibadah. Jangan lupa juga patuhi seluruh protokol kesehatan lainnya yang ditentukan pengelola tempat ibadah,” ujarnya.

Karena itu, protokol kesehatan harus terus diterapkan, baik menggunakan masker, mencuci tangan, maupun menjaga jarak.

“Mengabaikan protokol kesehatan dengan dalih sedang beribadah tidak dibenarkan agama,” sambungnya.

Sementara pihak pemerintah telah mengumumkan memperbolehkan pelaksanaan salat tarawih berjemaah di luar rumah pada Ramadhan 2021. Namun begitu, pemerintah memberikan tiga ketentuan yang harus dipatuhi masyarakat.

Tiga hal tersebut telah dipaparkan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Pertama, pelaksanaan salat tarawih harus tetap dengan menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Kedua, salat tarawih boleh dilakukan berjemaah di luar rumah, tetapi dengan peserta atau jemaah yang hanya terbatas pada komunitasnya atau di lingkup komunitasnya.
Dengan begitu, jemaah dari luar lingkup komunitas diminta untuk tidak diperbolehkan mengikuti tarawih dengan komunitas tersebut.

Ketiga, pihak pemerintah meminta agar dalam melaksanakan salat tarawih berjemaah di luar rumah ini diupayakan dibuat sederhana.

(Afg/IJS)

BACA JUGA :  Muhaimin: Teror Bom Tak Mampu Hancurkan Kebhinekaan
Editor: Al-Afgani Hidayat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *