Prancis Larang Penyembelihan Halal, Begini Kritik Para Pemimpin Muslim

Ilustrasi daging. (Foto: Dok. ppski)

Jakarta – Pihak Pemerintah Prancis melarang penyembelihan unggas sesuai dengan prinsip-prinsip Islam menjelang bulan suci Ramadhan.
Sejumlah pemimpin Muslim di Prancis pun mengkritik keputusan yang baru-baru ini dikeluarkan otoritas Prancis tersebut.

Dalam sebuah pernyataan bersama, surat edaran dari Kementerian Pertanian dan Pangan Prancis itu dinilai sebagai pesan negatif kepada komunitas Muslim di negara Menara Eiffel itu.

Bacaan Lainnya

Pernyataan bersama itu dikeluarkan oleh Direktur Masjid Paris Chemseddine Hafez, Direktur Masjid Lyon Kamel Kaptane, serta Direktur Masjid Evry Khalil Maroun.

Berdasarkan aturan baru, pihak kementerian itu menyebut, penyembelihan hewan unggas dengan cara Islam akan dilarang di Prancis mulai Juli 2021 mendatang, dikutip di TRT World, Senin (22/3/2021).

“Tindakan ini adalah hambatan serius yang mencegah orang menjalankan agama mereka secara bebas,” kata mereka, seperti dikutip REPUBLIK.co.id.

Tak hanya itu, dalam pernyataan yang sama, mereka menambahkan berencana mengambil tindakan hukum yang diperlukan untuk memulihkan hak fundamental. Para pemimpin Muslim juga telah membahas masalah tersebut dengan para pemimpin komunitas Yahudi di Prancis.

Negara-negara Eropa lainnya, seperti Belgia telah mengambil langkah serupa terhadap akses daging halal. Sementara itu, otoritas lokal memaksa supermarket halal di pinggiran kota Paris menjual alkohol dan produk daging babi.

Beberapa aktivis hak-hak hewan di Eropa berpendapat aturan halal Islam dan kosher Yahudi untuk penyembelihan kurang manusiawi dibandingkan praktik standar Eropa. Mereka beralasan, Islam dan Yahudi melarang praktik pemingsanan hewan sebelum dibunuh.

Meski demikian, ada ketidaksepakatan terkait bentuk penyembelihan mana yang menyebabkan lebih banyak rasa sakit pada hewan. Beberapa pihak berpendapat pistol setrum bisa lebih menyakitkan daripada luka secara langsung ke leher hewan.

Karena itu, perlu diketahui, al-Quran mengajarkan perlakuan lembut terhadap hewan. Seperti penyembelihan halal, sebuah ritus mengharuskan tukang daging membunuh hewan dengan menggorok lehernya secara cepat.

(Afg/IJS)

BACA JUGA :  FDR Sriwijaya Air Ditemukan Penyelam TNI AL, Hasbi Anshory: Harus Dapat Reward
Editor: Al-Afgani Hidayat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *