Lembaga Penyiaran Diharapkan Bisa Jadi Garda Terdepan Perangi Informasi Hoaks

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Bedi Budiman (berkacamata)/Ilustrasi. (Foto: Tangkap layar video kanal youtube DPRD JAWA BARAT)

Jakarta – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Bedi Budiman menyatakan, selain membantu pemerintah dalam pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19, lembaga penyiaran diharapkan bisa menjadi garda terdepan untuk memerangi radikalisme dan informasi hoaks.

“Adalah tanggung jawab bersama sebagai warga Jawa Barat. Hanya melalui dunia penyiaran ini segala sosialisasi kebijakan dan nilai-nilai tersebut dapat dilakukan karena ruang lingkupnya sangat luas dan cepat,” katanya di Bandung, dikutip dari Elshinta.com, Sabtu (3/4/2021).

Bacaan Lainnya

Bedi mendorong pada momentum Peringatan Hari Penyiaran Nasional ke-88 Tahun 2021 Jabar lembaga penyiaran di Jabar untuk bersama-sama membantu membangkitkan ekonomi di tengah pandemi korona.

Hal tersebut sejalan dengan tema Peringatan Hari Penyiaran Nasional ke-88 Jabar, yaitu ‘Peran Lembaga Penyiaran dalam Pemulihan Ekonomi Pasca Covid-19 untuk mewujudkan Jawa Barat Juara Lahir Batin’.

“Lembaga penyiaran secara gotong royong membantu membangkitkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19 di Jawa Barat,” sambungnya.

Sementara Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan, lembaga penyiaran memiliki peran penting dalam sosialisasi dan edukasi, terutama soal penanganan pandemi korona.

Apalagi, lembaga penyiaran menyebarluaskan informasi dengan interaktif. Informasi yang dikemas dalam bentuk video dan suara, akan lebih mudah diterima oleh masyarakat.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jabar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Jabar intens menjalin kerja sama dengan lembaga penyiaran untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat luas.

“Alhamdulillah lewat Diskominfo, kehumasan bisa bermitra luar biasa terkait vaksinasi, dan kerja sama lainnya ke seluruh media,” kata pria yang akrab disapa Kang Emil itu.

Menurutnya, Pemprov Jabar saat ini menerapkan konsep pentahelix dengan menggandeng lima unsur, yakni akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media, dalam setiap proses dan kegiatan pembangunan.

Keterlibatan lima unsur tersebut dapat membuat proses pembangunan di Jabar berjalan lebih efektif dan efisien.

(Afg/IJS)

BACA JUGA :  Tanamlah Tanaman Produktif, Bustami Zainudin Apresiasi Turunnya SK dari Presiden
Editor: Al-Afgani Hidayat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *