Dukung Langkah LPTQ Mundur, Bupati Tala: MTQN Kalsel Tak Sesuai Lagi dengan Syiar Islam

Pengurus LPTQ Tala menggelar pers terkait langkah mengundurkan diri dari MTQN ke-33 Kalsel. (Foto: Tangkap layar video kanal YouTube Tony Widodo77)

Jakarta – Bupati Tanahlaut (Tala), H Sukamta mendukung langkah Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Tala mundur dari Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke-33 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Alasannya, penyelenggaraan MTQN ke-33 di Batulicin, Kabupaten Tanahbumbu (Tanbu) dinilai tak sesuai lagi dengan syiar Islam yang menjunjung tinggi aturan yang telah disepakati bersama. Dikatakan, panitia tidak konsisten dengan aturan yang ditetapkan antara lain menyangkut batasan usia peserta.

Bacaan Lainnya

Apalagi hal itu tak cuma terjadi kali ini saja, tapi terjadi sejak MTQN sebelumnya, yakni di Balangan, Barabai, Tabalong. Kini, terulang lagi di Tanbu.

“Kalau sudah demikian apalagi yang mau diharapkan. Kalau sudak tidak sesuai lagi dengan syiar Islam, lalu untuk apa? Jadi, lebih kita menarik diri, tidak usah ikut,” katanya, dikutip dari Tribuntanahlaut.com, Rabu (7/4/2021).

Orang nomor satu di Bumi Tuntung Pandang ini mengatakan, sebelum langkah undur diri diputuskan, pengurus LPTQ Tala lebih dulu lapor kepada dirinya. Pilihan sulit itu direstuinya guna menegakkan kebenaran.

Terpisah, Ketua Umum LPTQ Tala, H Dahnial Kifli mengatakan, syiar agama harus murni. Tidak boleh diwarnai kepentingan pribadi untuk kepuasan dunia.

“Kita jangan terlena dengan prestasi yang melanggar aturan dan kesepakatan. Kita harus berani mengatakan kebenaran. Sudah saatnya kita bangkit menegakkan aturan yang ada, yang telah ditetapkan panitia,” ucap Dahniel yang juga Sekda Tala ini.

Dahnial yang juga pernah menjadi penjabat bupati HSS ini menegaskan penyelenggaraan MTQN semestinya benar-benar sesuai peraturan. Apalagi itu ajang religius yang sarat nilai-nilai religius.

“Jika melanggar maka pada akhirnya hanya akan menghapus tujuan sebenarnya kenapa kita melaksanakan MTQ ini,” tandas mantan pejabat eselon II Kalsel yang dikenal berprinsip dan berdisiplin serta tegas dalam bertindak ini.

Ia menyebut, tak sedikit anggaran daerah yang digunakan untuk pelaksanaan MTQN ini. Apalagi sebagai tuan rumah, dana yang dianggarkan murni dari APBD, baik provinsi maupun kabupaten/kota.

“Sekali lagi saya sebagai ketua umum LPTQ Tala bersama bupati dan pengurus, menolak keras segala bentuk pelanggaran aturan yang sudah disepakati dan ditetapkan sebagai dasar pelaksanaan MTQN ke-33 tingkat provinsi di Tanbu,” tegasnya.

MTQN, sambungnya, bukan ajang ramai-ramai berbagi-bagi honor. Namun menjadi wahana syiar agama yang dikemas apik sebagai daya tarik.

(Afg/IJS)

BACA JUGA :  Pengamat Sebut Pertanian Jadi Tumpuan Ekonomi RI di Tengah Resesi
Editor: Al-Afgani Hidayat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *